Selasa, 26 Januari 2010

Beternak Sapi Alternatif Usaha Apik

Repost.


Oleh Isdiyanah & Budi Harto Spi.

Pusing setelah pensiun, mau menggeluti bisnis? Masih juga cari-cari peluang dan sulit cari alternatif bisnis yang pas. Tengoklah ke desa, ada banyak peluang yang ada di sana. Mau beternak sapi, kerbau, atau kambing, atau ayam. Banyak pilihan tinggal disesuikan dengan keinginan dan hasil yang diinginkan.

Risiko Rendah Hasil Tinggi

Biasanya, yang menghasilkan return margin tinggi adalah bisnis yang memiliki risiko yang tinggi. Tetapi beternak sapi, tergolong bisnis yang memiliki risiko rendah tetapi memiliki hasil dan prospek margin yang tinggi.

Penulis mencoba menghitung pola pemberdayaan masyarakat di Desa Mojodadi, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang sebagian besar masyarakatnya beternak sapi pedaging.

Di kawasan ini, usaha bidang peternakan rakyat, khususnya bisnis pemeliharan sapi tumbuh baik dan memberikan hasil yang sangat menggembirakan, dan dapat mensejahterakan masyarakatnya. Selain masyarakat telah terbiasa dan turun temurun memelihara ternak untuk kegiatan usaha, pembinaan dan pengawasan yang tepat, beternak sapi tetap memberikan prospek keuntungan yang tinggi

Bapak Sumali ini, misalnya. Ia adalah peternak sapi, dan juga bertani. Ia memiliki 4 ekor sapi, dengan rata-rata laba hasil penjualan dari pemeliharaan selama 6 bulan mencapai Rp1 juta per ekornya.

Biasanya dalam kurun waktu 6 bulan para peternak membeli sapi bakalan, kemudian menjualnya kembali dalam waktu enam bulan mendatang.

Jumlah sapi yang diternakkan oleh masyarakat di desa ini tergantung kemampuan masing-masing petani. Tetapi ada sebagian masyarakat yang menginvestasikan uangnya untuk bermitra dengan peternak di desa ini dengan system pembagian keuntungan bagi hasil.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui Dinas membantu masyarakat dan peternak mengembangkan usahanya dengan berbagai kegiatan dan program, diantaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, pemeriksaan kebuntingan gratis serta konsultasi lainnya.

Seperti terlihat dan terjadi beberapa waktu lalu, saat dilakukan pemeriksaan kebuntingan hewan ternak yang dilaksanakan di Mojodadi, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

“Warga sangat antusias dan senang dengan kegiatan yang sangat mendukung usaha peternak ini,” ujar Maji, warga setempat yang memiliki 4 ekor sapi ini.

Jika warga antusias berbisnis, dan pemerintah mau mendukungnya, niscaya kesejahteraan warga hanya tunggu waktu. n Penulis adalah Pengawas Mutu Hasil Pertanian Kab. Mojokerto

Peternakan Kita : Siapa Mau Berpihak

Beternak sapi sesungguhnya adalah bisnis yang sangat prospek di Indonesia. Harga daging sapi di Indonesia terus meningkat, dan tidak pernah turun harganya, tetapi sayangnya kesejahteraan peternak tidak kunjung tiba. Data lain yang disajikan ini pasti mengejutkan anda. Indonesia yang kaya akan rumput, ternyata hanya memiliki populasi sebanyak 10,4 juta sapi setiap tahun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan daging sapi untuk 230 juta lebih masyarakatnya. Setiap tahunnya Indonesia harus mengimpor daging dan sapi hidup atau setara 650.000 ekor sapi.

Jika saja pemerintah mau berpihak kepada petani dan peternak untuk mau mengembangkan usaha peternakan sapi sebagai entitas bisnis, sangat mungkin masyarakat pedesaan dapat meningkatkan penghasilannya.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India