Rabu, 01 Agustus 2012

MAU KEMANA REMAJA ZAMAN SEKARANG ?


Opini Oleh : Hilal Artur


Sering kali kita jumpai pemberitaan-pemberitaan yang berasal dari berbagai media elektronik dan cetak, bahwasanya para pemuda islam saat ini sedang mengalami krisis keteladanan, yang akan menyebabkan buntung-nya generasi muslim sebagai pendobrak peradaban. Krisis-krisis keteladanan yang saat ini paling berbahaya adalah masalah moral dan akhlaq. Dua kata yang pendek tapi sebenarnya memiliki pengertian yang begitu luas dan juga dapat menjadikan barometer kemajuan umat islam di masa yang akan datang.
Kalau kita membaca Koran, ataupun melihat berita di televisi, tentunya kita tidak asing dengan yang namanya genk dan sejenisnya. Genk yang mayoritas anggotanya adalah anak-anak baru gede atau remaja yang rentan dengan ketidak stabilan akhlaq. Kelakuan ataupun penampilan yang dianggap necis, gaya, ataupun nyentrik. Tingkah pola mereka yang mengobar kerusuhan dan membuat ketidak nyamanan, pertikaian di antara pera remaja sendiri, bahkan tidak jarang mereka mengobar perselisihan dengan masyarakat setempat.
Faktor-faktor yang menyebabkan mereka berkelakuan seperti itu tidak lain adalah karena minimnya tauladan yang baik, entah itu orang tua, guru, bahkan para pejabat tinggi Negara. 
Kalau kita cermati di dalam kehidupan ini tentu sudah jelas, kerusakan moral para figur yang tidak memberih contoh tauladan yang baik adalah penyebab utama buruknya moral para remaja ataupun generasi muda. Korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi dimana-mana, tampa ada yang mampu untuk membendungnya, tapi naasnya para pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme adalah para figur yang ditiru dan dianutoleh generasi muda muslim sekarang. Nah kalau suda begini mau kemana remaja muslim ini nantinya  ?
Pada massanya nanti, negara ini akan dijalankan oleh para anak muda yang saat ini sedang mengalami krisi moral dan akhlaq, terus bagaimana nasibnya bangsa ini kalau yang akan menjalankan roda pemerintahan adalah orang-orang yang tidak bermoral? Naudzu Billah. Oleh karena itu sebaiknya kita mempersiapkan semuanya itu sedari dini, agar nanti tidak mengalami krisis pemimpin dan orang jujur.
Terus bagaimana caranya agar pada massa yang akan datang negeri ini tidak mengalami kerisis?. Coba kita simak bagaimana Nabi dan Rasul dalam mendidik anak anak mereka, sehingga menjadi anak harapan agama dan bangsa serta tidak menjadi "sampah masyarakat". Semisal saja kisah nabi Ibrahim, betapah berhati-hatinya  Kholilullah ini dalam mendidik anaknya yaitu Ismail hingga menjadi anak yang beriman memegang teguh agama Allah, bahkan sampai-sampai rela mengorbankan nyawanya demi memenuhi permintaan sang ayah yang diyakini itu merupakan perintah Allah SWT. Atau kisah Nabi Muhammad SAW,  yang mendidik dari usia dini seorang anak yang bernama Ali ibnu Abi Tholib hingga menjadi remaja yang shaleh sekaligus taat.
Sekarang yang menjadi masalah adalah, apaka masih ada di antara kita yang memberikan pengawalan dan pengawasan seperti yang di lakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad tersebut?, tentu dalam mendidik anak para orang tua tidak bisa sepenuhnya dengan apa yang dilakukan oleh para Anbiya' tersebut, namun dengan terus mentauladani nilai-nilai yang diajarkan oleh para Anbiya' kita berharap generasi islam yang akan datang adalah generasi yang bisa diandalkan memegang prinsip dan nilai-nilai islam serta berguna bagi masyarakat dan bangsa. Amin

1 komentar:

gurufisika mengatakan...

wee, gak dinyana udah nangkring di blogspot bikin lagi artikel yg byk, ok ttp cemunguuut

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India